Lamongan — Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, resmi meluncurkan program nasional “Lanjut Usia Berdaya” (Sidaya) di Pendopo Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Kamis (4/12/2025). Peluncuran ini diikuti serentak oleh 34 provinsi secara daring dan menjadi langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup penduduk lanjut usia menuju lansia SMART: Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif.
Dalam sambutannya, Wihaji menegaskan bahwa Indonesia telah memasuki era aging population. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 menunjukkan proporsi penduduk lansia mencapai 12 persen dari total populasi nasional, melebihi batas 10 persen yang menandai negara berstruktur tua.
“Fenomena ini bukan semata tantangan, tetapi peluang. Lansia dapat menjadi kontributor pembangunan jika didorong untuk tetap produktif bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat,” ujarnya.
Namun, tantangan kesehatan masih menjadi persoalan utama. Berdasarkan data BPS, 42,81 persen lansia mengalami keluhan kesehatan dalam satu bulan terakhir, sementara angka morbiditas mencapai 20,71 persen. Kondisi ini menurut Wihaji, mengharuskan adanya kolaborasi pentahelix untuk mewujudkan lansia SMART.
“Sidaya adalah wujud pendampingan lansia secara menyeluruh. Lansia harus sehat, merasa aman, dan tetap produktif sesuai minat serta kemampuannya. Pelaksanaannya membutuhkan keterlibatan lintas sektor dan kepedulian keluarga,” jelasnya.
Peluncuran program Sidaya juga dirangkai dengan penyerahan alat bantu lansia, wisuda Sekolah Lansia, diskusi interaktif, serta kunjungan ke booth layanan Satya Gatra, pameran usaha lansia entrepreneur, layanan kesehatan, dan ruang konseling.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan komitmennya mendukung peningkatan kualitas keluarga dan lansia. Ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Lamongan Arena Tempur memiliki 474 Kampung KB yang menjadi fondasi ketahanan keluarga.
“Pemberdayaan kepada 112.849 lansia kami lakukan melalui berbagai inovasi. Mulai dari program Rosela untuk bantuan sosial hingga layanan Laserku yang sudah menjangkau 3.390 lansia. Sebanyak 542 posyandu lansia aktif juga menjadi motor budaya hidup sehat,” katanya.
Yuhronur juga menyoroti keberhasilan program Sekolah Lansia. Sejak dimulai tahun 2022, sudah 197 lansia dinyatakan lulus, termasuk 50 orang yang diwisuda pada tahun 2025.
Kunjungan Menteri Wihaji ke Lamongan turut mencakup peninjauan keluarga risiko stunting (KRS) di Desa Rancang Kencono dan Desa Siman, termasuk dialog dengan santri di Ponpes Al-Fattah Induk. Agenda hari berikutnya, Jumat (5/12/2025), diisi dengan kunjungan ke pasar tradisional Sekaran serta diskusi bersama para lansia pelaku usaha.
Dengan peluncuran program Sidaya ini, pemerintah berharap lansia di seluruh Indonesia semakin berdaya, sehat, dan produktif sehingga dapat terus memberikan kontribusi penting dalam pembangunan nasional.
Baca Selengkapnya: https://rooglassreplacement.com.au/eastern-suburbs/










Leave a Reply